Padi Mulai Keluar Malai, BRMP Kalteng Periksa Kemurnian Benih di Kotim
KOTAWARINGIN TIMUR – Tanaman padi di penangkaran benih Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bunut, Kecamatan Kota Besi Hilir, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai memasuki fase generatif. Pada tahap ini, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah bersama Pengawas Benih Tanaman (PBT) BPSB Provinsi Kalimantan Tengah, Koordinator BPP, dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melakukan pemeriksaan lapang (10/8/2026).
Pemeriksaan dilakukan saat tanaman memasuki fase generatif dan mulai keluar malai sebagai bagian dari tahapan sertifikasi benih. Pengamatan difokuskan pada kebenaran varietas, kemurnian, keseragaman pertumbuhan, serta kesehatan pertanaman.
PBT melakukan pemeriksaan langsung untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya Campuran Varietas Lain (CVL) maupun tanaman tipe simpang (off-type). Pengamatan pada fase generatif menjadi penting karena karakter varietas mulai terlihat lebih jelas sehingga potensi penyimpangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sejak di lapangan.
Pengawasan sejak pertanaman menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaga kualitas benih yang dihasilkan penangkar. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara konsisten, kemurnian varietas dapat dipertahankan sehingga benih yang dihasilkan memenuhi persyaratan untuk digunakan pada musim tanam berikutnya.
BRMP Kalimantan Tengah terus memperkuat kolaborasi dengan BPSB, penyuluh, POPT, dan kelompok penangkar dalam pengawalan perbenihan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi benih bermutu sekaligus mendukung ketersediaan benih untuk peningkatan produksi padi di Kalimantan Tengah.