BRMP Kalteng Matangkan Persiapan PM-AAS di Seruyan Hilir
SERUYAN – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah melakukan koordinasi bersama Katimker Kabupaten Seruyan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Seruyan Hilir dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan Program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) (7/8/2026).
Koordinasi tersebut membahas rencana sosialisasi PM-AAS kepada kelompok tani yang dijadwalkan memasuki minggu ketiga. Informasi awal mengenai program ini sebenarnya telah diketahui oleh sebagian petani, namun pemahaman yang lebih mendalam masih perlu diberikan agar petani memahami konsep, teknologi, serta tahapan penerapan PM-AAS di lapangan.
Selain persiapan sosialisasi, kondisi aktual lahan dan pola tanam masyarakat menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan program. Di wilayah Seruyan Hilir, petani masih banyak menggunakan varietas lokal Epang. Karena itu, ketersediaan benih dan ketepatan waktu distribusi menjadi hal yang perlu diperhatikan agar benih dapat segera ditanam sesuai kondisi lahan.
Karakteristik lahan di wilayah tersebut juga sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan ketersediaan air. Saat memasuki periode hujan, lahan yang umumnya tergenang akan lebih sulit dikeringkan. Sebaliknya, pada Agustus kondisi lahan masih relatif kering sehingga belum terdapat gerakan tanam (gertam) yang signifikan.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu pelaksanaan PM-AAS. Ketersediaan benih diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan, sehingga pelaksanaan tanam tidak hanya berorientasi pada target, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan lahan dan kondisi air.
Dalam koordinasi tersebut juga dibahas rencana pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Persil Raya sebagai salah satu lokasi yang akan difokuskan untuk penerapan PM-AAS. Untuk memastikan kesiapan lokasi, tim kemudian melanjutkan kegiatan dengan melakukan peninjauan langsung ke lahan.
Melalui koordinasi bersama PJ Kabupaten dan PPL, BRMP Kalteng terus mematangkan persiapan PM-AAS agar penerapannya dapat disesuaikan dengan karakteristik lahan, kondisi air, serta kesiapan petani di Seruyan Hilir.