Kejar Waktu Sebelum Sawah Mengering, Alsintan Jadi Andalan PM-AAS Dadahup
KAPUAS – Musim kemarau tak menyisakan banyak waktu bagi petani di kawasan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Ketika pasokan air mulai terbatas, kecepatan menjadi kunci. Melalui Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) dimaksimalkan untuk mengejar masa tanam sebelum kekeringan meluas.
Pompa air, traktor roda dua dan empat, hingga Atabela Drum Seeder menjadi bagian penting dalam strategi percepatan tanam padi. Teknologi tersebut tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan air, tetapi juga memangkas waktu pengolahan lahan dan proses tanam.
Pompanisasi menjadi langkah pertama menghadapi ancaman kekeringan. Air dari sumber terdekat, seperti sungai maupun saluran irigasi, dipompa dan dialirkan menuju lahan sawah yang membutuhkan pasokan air. Dengan cara ini, lahan tetap dapat dimanfaatkan ketika ketersediaan air alami mulai menurun.
Setelah air tersedia, kecepatan pengolahan lahan menjadi faktor berikutnya. Traktor roda dua dan roda empat digunakan untuk mempercepat pengolahan tanah secara masif. Lahan yang telah siap dapat segera ditanami sehingga jeda waktu antara tersedianya air dan pelaksanaan tanam dapat ditekan.
Kecepatan tersebut kemudian diperkuat dengan penggunaan Atabela Drum Seeder, teknologi Tanam Benih Langsung (Tabela) yang diterapkan dalam sistem PM-AAS.
Berbeda dengan penanaman konvensional, Atabela Drum Seeder membantu mengatur keluarnya benih secara otomatis dan teratur. Alat ini dapat menerapkan rasio lubang 4:1 atau 6:1 yang mendukung pola tanam seperti jajar legowo.
Penggunaan teknologi tersebut memberikan sejumlah keuntungan, mulai dari mempercepat proses tanam, menghemat penggunaan benih, menekan kebutuhan tenaga kerja, hingga membantu mengoptimalkan populasi tanaman di lahan.
Dengan kata lain, setiap tahapan dibuat lebih cepat: air dikejar, tanah diolah, lalu benih langsung ditanam.
Penerapan alsintan secara terpadu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PM-AAS di Dadahup. Strategi ini memungkinkan waktu dan sumber daya dimanfaatkan seefisien mungkin, khususnya ketika petani menghadapi tekanan musim kemarau.
Di tengah tantangan keterbatasan air, modernisasi pertanian bukan sekadar penggunaan mesin. Lebih dari itu, teknologi menjadi strategi untuk mengejar waktu tanam, mengoptimalkan lahan, dan menjaga produktivitas padi.
Dadahup pun menjadi salah satu kawasan yang menunjukkan bahwa ketika air terbatas dan waktu terus berjalan, kecepatan tanam bisa menjadi penentu keberhasilan musim panen berikutnya.