Kejar Data Valid, CSR Kapuas Satukan Gerak Percepatan Tanam
KAPUAS — Sinkronisasi data program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kabupaten Kapuas terus diperkuat guna memastikan percepatan tanam berjalan lebih terarah dan tepat sasaran. Kegiatan sinkronisasi data olah tanah, data tanam, dan data panen dilaksanakan pada 20–21 Mei 2026 di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan dilanjutkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dadahup.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BBRMP Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), serta para penyuluh pertanian Kecamatan Dadahup yang terlibat langsung dalam pendampingan program di lapangan.
Sinkronisasi dilakukan sebagai langkah penyamaan data perkembangan program CSR, khususnya terkait capaian olah tanah, realisasi tanam, hingga data panen. Keselarasan data dinilai penting agar seluruh pihak memiliki acuan yang sama dalam pelaksanaan, monitoring, serta evaluasi program.
Selain mendukung ketepatan pelaporan, sinkronisasi data juga menjadi bagian penting dalam menentukan strategi percepatan tanam di lokasi cetak sawah rakyat agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal.
Berdasarkan hasil koordinasi, masih ditemukan adanya perbedaan data olah tanah dan data tanam antarinstansi yang terlibat dalam pelaksanaan program. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena berpengaruh terhadap proses evaluasi maupun penyusunan langkah percepatan di lapangan.
Kegiatan sinkronisasi ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program pengembangan pertanian serta peningkatan produksi pangan melalui optimalisasi lahan Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Kapuas.
Melalui kegiatan ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menyepakati satu data bersama sebagai acuan utama pelaksanaan program CSR di Kabupaten Kapuas. Selain itu, berbagai tantangan di lapangan juga turut diidentifikasi, mulai dari proses percepatan tanam hingga optimalisasi pemanfaatan lahan sawah baru.