Raker Konsolidasi Nasional BRMP: Momentum Penyamaan Persepsi Seluruh Program Kementerian Pertanian.
BOGOR –Dalam upaya penguatan sinergi, komitmen dan koordinasi program sistem pembangunan pertanian pasca perubahan kelembagaan, BRMP menggelar rapat kerja Nasional yang diikuti oleh semua Satker lingkup BRMP. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala BRMP Kalteng yang didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Program dan Pengujian, Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian, serta Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian.
Sebagai bagian dari konsolidasi internal pasca perubahan kelembagaan, raker ini mengusung tema “Penguatan Sinergi, Komitmen dan Koordinasi Program Strategis untuk Akselerasi Kinerja BRMP yang Berintegritas.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pertanian ini, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa stok beras nasional terus menguat dan menjadi fondasi swasembada berkelanjutan, saat ini stok beras mencapai sekitar 3,5 juta ton dan berpotensi menembus 6 juta ton jika tren produksi meningkat. Melalui berbagai program seperti cetak sawah dan optimalisasi lahan, pemerintah menargetkan surplus tetap terjaga guna memperkuat kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan konsolidasi internal antara BRMP dan penyuluh pertanian se Indonesia dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan. Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi dalam arahannya kepada peserta Raker dan ribuan penyuluh pertanian se Indonesia yang hadir secara daring, menjelaskan bahwa Menteri Pertanian telah menegaskan bahwa penyelenggaraan penyuluhan pertanian saat ini berada dalam satu komando operasional dan BRMP provinsi berperan sebagai direktur wilayah, sehingga tidak ada lagi dualisme komando dalam pengelolaan penyuluh pertanian di Indonesia.
Lebih lanjut disampaikan, seluruh kebijakan dan program Kementerian Pertanian dari tingkat pusat, serta berbagai permasalahan dan kebutuhan petani di lapangan, akan dikoordinasikan melalui BRMP provinsi dengan memaksimalkan peran penyuluh hingga ke tingkat desa. Hal ini bertujuan untuk mempercepat aliran informasi pertanian, baik program maupun kebijakan, dari pemerintah ke petani (up-down) serta menyampaikan aspirasi, kendala, dan permasalahan di lapangan dari petani dan penyuluh ke pemerintah (down-up).
Dengan mekanisme tersebut, berbagai isu strategis pertanian seperti harga produk, ketersediaan pupuk, potensi serangan hama, hingga permasalahan irigasi diharapkan dapat segera terinformasikan dan ditindaklanjuti oleh Kementerian Pertanian melalui BRMP.
Melalui Rapat Kerja ini, BRMP diharapkan semakin solid dalam menjalankan fungsi koordinasi dan memastikan akselerasi program strategis pertanian berjalan efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.