Tanam Dipercepat, Kotim Siaga Hadapi Potensi Kekeringan
KOTAWARINGIN TIMUR — Percepatan tanam dan langkah antisipasi kekeringan menjadi perhatian utama dalam Koordinasi Pemantapan Target dan Realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) serta Brigade Pangan Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (22/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta Brigade Pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady Periyanto, menegaskan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi kekeringan tanpa mengurangi target swasembada pangan. Ia meminta Brigade Pangan, petani, dan penyuluh tetap bekerja optimal mengingat sektor pertanian merupakan program strategis nasional.
Ketua Tim Penyuluh, Achmad Rifani, menyoroti kebutuhan penguatan irigasi perpompaan di sejumlah lahan, terutama untuk menghadapi potensi kekeringan yang dapat menghambat proses tanam.
Sementara itu, Direktur Wilayah BRMP Kalimantan Tengah, Agus Hasbianto, menegaskan bahwa Brigade Pangan harus menjadi penopang utama swasembada pangan berkelanjutan, didukung pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara optimal.
Ia mengungkapkan bahwa dari total luas baku sawah 11.127 Ha, realisasi LTT pada periode Februari hingga Mei 2026 baru mencapai 2.828 Ha. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 10.755 Ha.
Agus juga menekankan pentingnya pelaporan tanam harian oleh penyuluh guna mencegah kehilangan data produksi yang berpotensi mencapai ratusan ton gabah di tingkat kabupaten.
Perwakilan Brigade Pangan Kalimantan Tengah sekaligus Direktur Polbangtan Malang turut menekankan pentingnya kolaborasi antara Brigade Pangan, penyuluh, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan dinas terkait, serta penguatan kelembagaan Brigade Pangan sebagai ujung tombak swasembada pangan.
Melalui koordinasi ini, diharapkan sinergi antar pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga percepatan tanam dan peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.