Percepat Swasembada, Rakor Cetak Sawah Kalteng 2026 Fokus Aksi Nyata
PALANGKA RAYA — Upaya percepatan tanam dan penguatan program swasembada pangan di Kalimantan Tengah terus didorong melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kegiatan Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Kamis–Jumat, 16–17 April 2026, di Hotel Luwansa.
Rakor tersebut dihadiri oleh Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, SMK-PP Negeri Banjarbaru, serta perwakilan Dinas Pertanian kabupaten penerima kegiatan Cetak Sawah dan CSR Tahun Anggaran 2025. Hadir pula Ketua Tim Kerja kabupaten, Penanggung Jawab Swasembada dan Direktur Wilayah BRMP Kalimantan Tengah, serta para penyuluh pertanian.
Pertemuan ini menitikberatkan pada penguatan komitmen bersama dalam percepatan tanam di lokasi cetak sawah rakyat (CSR). Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari analisis luas tanam, luas panen, produksi dan produktivitas padi, hingga proyeksi kebutuhan beras serta upaya penambahan luas tanam di Kalimantan Tengah.
Selain itu, evaluasi terhadap capaian Luas Tambah Tanam (LTT) dan pelaksanaan CSR menjadi perhatian utama guna mengidentifikasi kendala di lapangan dan merumuskan solusi percepatan. Rakor juga membahas evaluasi serta percepatan penetapan CPCL untuk Bantuan Pemerintah, agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran dan sesuai jadwal.
Hasil rakor menghasilkan sejumlah langkah tindak lanjut yang akan segera diimplementasikan pada tanggal 21 April 2026 secara terkoordinasi oleh seluruh pemangku kepentingan. Percepatan tanam di lokasi cetak sawah menjadi prioritas sebagai strategi peningkatan produksi padi dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Melalui koordinasi yang solid, program cetak sawah di Kalimantan Tengah diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.