KSPEAN Dadahup Disorot, Tata Air Rawa Jadi Tantangan Utama
KAPUAS — Tim BRMP Kalimantan Tengah mendampingi kunjungan lapangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dalam rangka monitoring pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas (12/05/2026).
Kegiatan monitoring dilakukan untuk melihat langsung perkembangan kawasan cetak sawah sekaligus mengevaluasi berbagai aspek pendukung pertanian, mulai dari kondisi lahan, pertanaman, infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), hingga capaian produksi dan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil peninjauan, hamparan lahan sawah hasil program cetak sawah tahun 2024 dan 2025 seluas sekitar 5.000 ha yang tersebar di Desa Blok A1, A2, A4, A5, B1, dan B2 masih banyak yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan pertanaman.
Secara infrastruktur, kawasan tersebut dinilai telah memiliki fasilitas penunjang yang cukup memadai, seperti jalan usaha tani, pintu air, jaringan irigasi primer dan sekunder, hingga dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan). Selain itu, telah terbentuk brigade alsintan dan brigade pangan sebagai upaya mendukung operasional pertanian di lapangan.
Ketersediaan tenaga pendukung pertanian juga dinilai cukup, termasuk keberadaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan Dadahup yang menyediakan tenaga penyuluh untuk mendampingi petani.
Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi di kawasan Dadahup bukan hanya soal tenaga kerja, melainkan kondisi ekologis lahan rawa yang sangat dipengaruhi tata air. Posisi lahan sawah yang hampir sejajar dengan permukaan sungai membuat air mudah meluap ke area persawahan, terutama saat debit sungai meningkat atau terjadi kiriman air hujan dari wilayah hulu.
Kondisi tersebut mengakibatkan genangan air sulit dikeluarkan dari lahan sawah sehingga menghambat proses budidaya tanaman padi.
Meski menghadapi tantangan tersebut, sebagian petani yang mampu mengelola tata air lahannya dengan baik tetap berhasil melakukan pertanaman dan memperoleh hasil panen sekitar 3 ton/ha pada lahan sawah baru.
Capaian itu menunjukkan bahwa kawasan Dadahup masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan apabila didukung pengelolaan tata air yang optimal, ketersediaan tenaga kerja, serta dukungan pengelolaan pertanian yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan keberhasilan pertanaman di kawasan KSPEAN, termasuk penguatan sistem tata air dan dukungan pihak profesional maupun investor dalam mendukung kegiatan budidaya hingga panen secara berkelanjutan.