Petani Dadahup Perkuat Bekal Pertanian Modern Lewat Bimtek PM-AAS
KAPUAS – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian Modern – Advance Agricultural System (PM-AAS) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dadahup, Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi budidaya modern di lahan pasang surut.
Sebanyak 30 peserta mengikuti bimtek yang melibatkan penyuluh pertanian, ketua kelompok tani, Brigade Pangan, Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Kapuas, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, serta perwakilan PT Cipta Panen Indah (CPI).
Mewakili Kepala BRMP Kalimantan Tengah, M. Anang Firmansyah membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pentingnya penerapan teknologi modern sebagai salah satu strategi meningkatkan produktivitas pertanian di lahan pasang surut. Menurutnya, pendekatan PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Pada sesi pertama, M. Anang Firmansyah memaparkan teknik pengelolaan lahan pasang surut, mulai dari pengaturan tata air mikro, ameliorasi tanah menggunakan kapur pertanian, pencucian tanah untuk menekan kadar racun, hingga pengelolaan pemupukan dan pemilihan varietas yang sesuai dengan karakteristik lahan. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya pengaturan tinggi muka air serta penerapan sistem tanam Jajar Legowo untuk mendukung peningkatan hasil panen.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Vidya Imaniasita mengenai konsep Pertanian Modern – Advance Agricultural System (PM-AAS). Dalam paparannya dijelaskan bahwa PM-AAS merupakan sistem budidaya padi berbasis teknologi yang mengintegrasikan mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, sistem tanam benih langsung (Tabela), pemanfaatan drum seeder, penggunaan drone untuk aplikasi pupuk dan pestisida, hingga pemanenan menggunakan combine harvester. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi. Berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari pengelolaan tata air, rekomendasi pemupukan sesuai kondisi lahan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga penerapan PM-AAS di Desa Bentuk Jaya, menjadi topik yang dibahas bersama.
Peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan lahan pasang surut dan tahapan budidaya padi berbasis PM-AAS melalui bimtek ini, sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara optimal di tingkat petani.
Usai pelaksanaan bimtek, tim BRMP Kalimantan Tengah melanjutkan koordinasi bersama Arif selaku perwakilan PT Cipta Panen Indah (CPI). Hasil koordinasi menunjukkan bahwa sekitar 20 ha lahan telah siap tanam, dan pelaksanaan tanam direncanakan berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BRMP Kalimantan Tengah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani, dan mitra swasta guna memastikan implementasi PM-AAS berjalan sesuai rencana. Diharapkan model budidaya modern ini mampu meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut sekaligus menjadi salah satu pengungkit pencapaian swasembada pangan di Kalimantan Tengah.