Ubinan PM-AAS Tatas Capai 6,83 Ton GKP/ha
KAPUAS – Hasil penghitungan ubinan pada demplot Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di IP2MP Tatas, Kabupaten Kapuas, menunjukkan produktivitas Gabah Kering Panen (GKP) pada kisaran 5,74–6,83 ton/ha. Penghitungan dilakukan BRMP Kalimantan Tengah bersama BPS Provinsi Kalimantan Tengah dan BPS Kabupaten Kapuas (27/8/2026).
Penghitungan dilakukan pada pertanaman padi PM-AAS yang telah berumur 95 hari setelah tanam menggunakan drum seeder. Dari dua titik pengukuran, produktivitas masing-masing mencapai 5,74 ton dan 6,83 ton GKP/ha, dari rata-rata produktivitas eksisting 3 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP).
Variasi hasil tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi penerapan PM-AAS, terutama karena kondisi dan karakteristik pertanaman di lapangan tidak sepenuhnya seragam. Hasil pengukuran menjadi data untuk melihat respons teknologi terhadap kondisi spesifik lahan serta faktor teknis yang memengaruhi produktivitas.
Bagi BRMP Kalteng, hasil ubinan tersebut tidak hanya menjadi ukuran capaian produksi, tetapi juga bagian dari proses perakitan teknologi adaptif modern. Data produktivitas akan dipadukan dengan hasil pengamatan teknis dan analisis usaha tani untuk menilai kesesuaian PM-AAS dengan karakteristik lahan dan kebutuhan petani di Kalimantan Tengah.
Melalui evaluasi tersebut, BRMP Kalteng terus menyempurnakan penerapan PM-AAS agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga adaptif, efisien, dan layak diterapkan pada kondisi spesifik lahan Kalimantan Tengah.