Tanam Bersama di Dadahup A5, Kementan Dorong Optimalisasi Lahan Rawa untuk Perkuat Ketahanan Pangan
KAPUAS – Kementerian Pertanian terus mendorong optimalisasi lahan rawa di kawasan Daerah Irigasi Rawa (DIR) Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan tanam bersama di kawasan Dadahup A5, (24/9/2026).
Dadahup menjadi salah satu kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian. Dengan hamparan sawah yang luas, kawasan ini diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara petani, Brigade Pangan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait.
Sinergi Kementerian Pertanian bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi salah satu kunci dalam mendukung pengembangan DIR Dadahup. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan lahan dan tata air sehingga kawasan rawa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pangan.
Salah satu tantangan utama di DIR Dadahup adalah pengelolaan tata air. Pada periode Januari hingga Maret, sejumlah kawasan masih menghadapi kondisi genangan. Namun, kondisi tersebut tidak semata dipandang sebagai hambatan. Pengelolaan tata air yang tepat diharapkan memungkinkan lahan tetap produktif melalui pola panen dan tanam kembali sesuai kondisi lapangan.
Saat ini terdapat sekitar 1.300 hektare sawah aktif di kawasan Dadahup. Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) memiliki peran dalam pengelolaan tata air makro yang ditargetkan selesai pada 2028. Dalam proses tersebut, pengendalian kondisi air pada sejumlah lokasi di kawasan sekitar 22.000 hektare terus diupayakan agar lahan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Optimalisasi lahan juga perlu diiringi dengan perlindungan terhadap keberlanjutan kawasan pertanian. Alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit perlu dicegah agar potensi lahan pangan tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, persiapan penanaman pada Oktober 2026 terus dilakukan. Kebutuhan pendukung seperti pembuatan saluran cacing, pemasangan paralon berbentuk L-bow, serta penyediaan benih padi disiapkan untuk memastikan lahan dapat segera ditanami.
Tanam bersama di Dadahup A5 menjadi bagian awal dari rangkaian upaya mempercepat pemanfaatan lahan dan mendorong keberlanjutan pertanaman. Dengan dukungan tata air, mekanisasi, benih, dan kolaborasi lintas sektor, kawasan Dadahup diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu kawasan pertanian produktif yang turut berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.