Kejar Tanam di Tengah Kemarau, Dadahup Siapkan 5 ha Padi
KAPUAS – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah mempersiapkan penanaman padi seluas 5 ha di Desa Bentuk Jaya/A5, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas pada 24 September 2026 meski musim kemarau masih berlangsung. Kesiapan lahan, pompa air, dan benih menjadi bagian dari koordinasi BRMP Kalimantan Tengah bersama BPPSDMP Kementerian Pertanian dan penyuluh di BPP Dadahup serta di BPP Selat (22/9/2026). Kesempatan tersebut sekaligus untuk mendorong percepatan tanam padi dan peningkatan kompetensi penyuluh di Kabupaten Kapuas.
Pertemuan dihadiri Hasan Latuconsina dari BPPSDMP Kementerian Pertanian, Tim BRMP Kalteng, serta PPL BPP Dadahup. Gerakan tanam tersebut direncanakan dihadiri Kepala BPPSDMP Kementan. Untuk mendukung ketersediaan air, pompa telah dikoordinasikan dengan BWS II Kalimantan melalui UPI Dadahup, sementara 280 kg benih Inpari 32 telah disiapkan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Gerakan tanam tersebut menjadi bagian dari target 300 ha yang dimandatkan BPPSDMP. Sejumlah lahan di kawasan Dadahup telah disiapkan, dengan lahan A4 telah dibersihkan dan diolah, Bentuk Jaya/A5 siap tanam, serta B2 telah diolah. Dukungan pompanisasi menjadi salah satu upaya menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
Selain target tersebut, dalam waktu dekat direncanakan penanaman padi seluas 4.716 ha di sejumlah kawasan, antara lain Blok C S6 Saka Bijai, Blok A7, serta C1-C4.
Koordinasi kemudian dilanjutkan di BPP Selat bersama Katimker Penyuluh Pertanian dan Penyuluh CWS Kabupaten Kapuas. Pembahasan mencakup percepatan CPCL melalui e-Banper serta persiapan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyuluh yang direncanakan pada Oktober 2026.
Materi Bimtek yang diusulkan meliputi pengajuan e-Banper melalui e-Pusluh, pengendalian gulma pada budidaya Tabela PM-AAS, aplikasi pembenah tanah untuk perbaikan struktur biologi tanah, pemetaan polygon untuk mendukung e-Banper, serta pelatihan pilot Drone Seeder tingkat mahir.
Rangkaian koordinasi tersebut menghubungkan dua kebutuhan di lapangan, yakni menjaga percepatan tanam di tengah keterbatasan air sekaligus menyiapkan penyuluh dengan kompetensi yang mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Kapuas.