Smart Farming Mulai Mengakar, Drone Warnai Tanam Serempak di Kotim
KOTAWARINGIN TIMUR – BRMP Kalimantan Tengah menghadiri Gerakan Tanam Serempak di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi strategis di Bumi Tambun Bungai, (12/06/2026).
Uniknya, gerakan ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah pusat mengemas agenda ini secara hibrida, di mana jalannya penanaman di Desa Lempuyang terhubung langsung via konferensi video (Zoom) dengan titik pusat rangkaian acara nasional yang berada di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, serta diikuti oleh ratusan titik pertanian lainnya di seluruh Indonesia.
Bupati Kotawaringin Timur, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang berada di garda terdepan sektor pertanian. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kerja keras di tengah ancaman krisis iklim global adalah sebuah perjuangan yang heroik.
"Petani, penyuluh pertanian, dan seluruh elemen yang terlibat dalam ekosistem ini adalah Pahlawan Pangan yang sesungguhnya. Tanpa dedikasi mereka yang konsisten turun ke sawah, stabilitas daerah dan negara ini tidak akan pernah tercapai," ujar Bupati Kotim dengan penuh penekanan.
Selain menyatukan semangat para petani secara nasional, kegiatan di Desa Lempuyang ini juga menjadi panggung unjuk teknologi pertanian modern (Smart Farming). Panitia pelaksana menampilkan demonstrasi penggunaan drone khusus penanam benih (seeder drone).
Teknologi ini dirancang untuk Efisiensi Waktu yaitu Mampu menyebar benih secara presisi di area yang luas hanya dalam hitungan menit, Optimalisasi Tenaga Kerja yaitu untuk Mengatasi kelangkaan tenaga kerja efisien di sektor pertanian dan Akurasi Jarak Tanam untuk Memastikan persebaran benih yang merata untuk hasil panen yang lebih maksimal.
Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda di Kotawaringin Timur untuk kembali menengok sektor pertanian yang kini tidak lagi identik dengan cara-cara konvensional dan melelahkan.
Melalui Gerakan Tanam Serempak ini, Kecamatan Teluk Sampit diharapkan mampu mendongkrak indeks pertanaman dan produktivitas padi lokal. Koordinasi intensif antara Pemerintah Daerah, penyuluh lapangan, dan kelompok tani menjadi kunci utama agar adopsi teknologi seperti drone dapat diterapkan secara berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.
Dengan semangat kebersamaan yang terpancar dari Sumba Barat hingga Kotawaringin Timur, Indonesia optimis mampu menghadapi tantangan pangan global di masa depan.