Panen Padi Rawa Dadahup, Varietas Niundang Tunjukkan Potensi di Tengah Kekeringan
KAPUAS – Panen padi bersama Brigade Pangan Petani Keren berlangsung di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Blok A1, Desa Bina Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas (8/10/2026). Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah turut hadir menyaksikan panen di lahan seluas 10 ha tersebut.
Dari total 28 ha lahan yang ditanam, sekitar 10 ha berhasil bertahan hingga panen di tengah keterbatasan air akibat kekeringan. Padi yang dipanen menggunakan varietas lokal unggul Niundang (Nyai Undang), dengan hasil ubinan menunjukkan produktivitas rata-rata 3,5–4 ton/ha.
Sekdis Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Retno, mengapresiasi petani dan penyuluh yang mampu mempertahankan pertanaman di tengah tantangan kekeringan dan bencana karhutla. Menurutnya, menjaga produksi beras tetap penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah.
Dari sisi pengelolaan kawasan, Kepala SMKPP Banjarbaru, Angga Tri Aditia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dalam pengelolaan air dan pembangunan infrastruktur pertanian di kawasan rawa Dadahup. Ke depannya, penanaman padi di Dadahup ditargetkan mencapai 1.300 ha pada Oktober, didukung bantuan benih dan penguatan sarana produksi.
Manager Brigade Pangan Petani Keren menyebut Niundang menjadi salah satu varietas yang diharapkan mampu menghadapi kondisi iklim ekstrem. Pengembangan varietas lokal tersebut dinilai berpeluang diperluas sekaligus menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan agribisnis.
Panen ini turut dihadiri Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Pj. Pendampingan dan Pengawalan Brigade Pangan Kalteng, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, BPS Kabupaten Kapuas, penyuluh, serta petani setempat. Capaian panen tersebut menjadi bagian dari upaya melihat potensi sekaligus tantangan pengembangan pertanian di lahan rawa Dadahup.