Kapuas Perkuat Swasembada Padi, Data Tanam hingga PM-AAS Dievaluasi
KAPUAS – Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas bersama jajaran terkait menggelar rapat koordinasi dan evaluasi sektor pertanian 7/10/2026), untuk mengevaluasi capaian produksi padi sekaligus pengawalan program strategis pertanian. Rapat dihadiri BRMP Kalimantan Tengah, Pj Swasembada Pangan SMKPP Banjarbaru, serta Katimker Penyuluh Pertanian Kapuas.
Dalam rapat tersebut, Kapuas mendapat apresiasi karena mampu mempertahankan swasembada padi sejak 2020. Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) juga menunjukkan progres dengan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) yang telah mencapai 100% dari target 6.550 ha.
Evaluasi mencatat realisasi tanam periode Oktober–Agustus sekitar 71.841 ha, dengan luas panen 31.419 ha dan standing crop sekitar 9.000 ha. Perbedaan data luas panen menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti melalui verifikasi serta evaluasi faktual di setiap kecamatan agar data pertanian lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Penguatan sektor pertanian juga diarahkan hingga hilirisasi. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan fasilitas penggilingan padi skala besar dan kawasan industri beras kemasan, dengan Bataguh, Kapuas Murung, Tamban Catur, dan Kapuas Timur diproyeksikan sebagai sentra produksi.
BRMP Kalteng menekankan pentingnya penguasaan data wilayah oleh penyuluh, mulai dari jadwal tanam, kondisi lahan, hingga penerimaan bantuan. Program Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah juga akan diperkuat melalui Survei, Investigasi, dan Desain (SID) untuk mendukung peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas.
Pengawalan PM-AAS diminta dilakukan secara ketat, disertai percepatan kelengkapan administrasi dan nomor kontak aktif penyuluh maupun penerima bantuan. Langkah tersebut diperlukan agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih cepat sekaligus sesuai dengan kebutuhan di lapangan.