Monitoring Lapangan: Pendampingan Intensif Pertanaman Padi PM AAS
GUNUNG MAS - Sebagai bagian dari rangkaian evaluasi, tim teknis melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pertanaman padi Program PM AAS milik Kelompok Tani Bunga Padi di Desa Tumbang Bunut, Kecamatan Rungan.
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan pertanaman varietas Inpari 32 seluas 5 hektare yang saat ini berumur 30–35 hari setelah tebar (HST). Dari hasil pengamatan teknis di lapangan, ditemukan beberapa hal yang menjadi catatan evaluasi:
Pertumbuhan dan Hama Keong Emas: Pada areal pertanaman yang menggunakan alat tanam benih langsung (Atabela) jenis drum seeder, pertumbuhan tanaman terindikasi belum merata akibat gangguan hama keong emas. Petani telah melakukan langkah penyulaman untuk menjaga populasi tanaman.
Ancaman Hama Putih Palsu: Ditemukan indikasi awal serangan hama putih palsu. Petani diimbau untuk segera berkoordinasi dengan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) guna melakukan tindakan pengendalian yang cepat dan tepat.
Pemeliharaan Lahan: Petani telah melakukan pengendalian gulma menggunakan herbisida selektif secara terukur, yang kemudian dilanjutkan dengan tindakan pemupukan susulan guna mengoptimalkan pertumbuhan vegetatif tanaman padi.
Melalui monitoring dan pendampingan teknis secara berkala dari Dinas Pertanian, diharapkan kendala Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di lapangan dapat teratasi secara efektif, sehingga target produktivitas dan hasil panen petani dapat tercapai secara maksimal.