Mode Percepatan Aktif, Kementan Kumpulkan Pasukan Swasembada di Kalteng
PALANGKA RAYA — Kementerian Pertanian menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Tanam dan Sinkronisasi Data Cetak Sawah Rakyat (CSR) serta Optimalisasi Lahan Tahun 2024–2025 di Aula Kantor BRMP Kalimantan Tengah, Selasa (13/05/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan swasembada pangan berkelanjutan melalui penguatan pendampingan penyuluh pertanian di daerah.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP), Direktur Serealia, perwakilan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Pertanian kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, Penanggung Jawab Swasembada Pangan tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Penanggung Jawab Brigade Pangan Kalimantan Tengah, Kepala BRMP Kalimantan Tengah, Kepala BWS Kalimantan Tengah, Kepala BBPP Ketindan, Direktur Polbangtan Malang, SMK PP Banjarbaru, serta para pengelola penyuluhan pertanian lingkup Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala BRMP Kalimantan Tengah Agus Hasbianto dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada konsistensi kerja lapangan dan kekuatan kolaborasi seluruh pihak, khususnya penyuluh pertanian.
Menurutnya, penyuluh memiliki posisi penting sebagai penghubung antara program pemerintah dengan kondisi nyata di lapangan. Peran tersebut dinilai sangat membantu percepatan tanam, pendampingan petani, hingga pelaporan perkembangan program pertanian di daerah.
“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak percepatan pembangunan pertanian di daerah. Kehadiran mereka sangat dirasakan, baik dalam pendampingan petani maupun mendukung percepatan swasembada pangan,” ujarnya.
Selain membahas percepatan tanam, rakor juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data CSR dan Oplah agar pelaksanaan program berjalan lebih tepat sasaran. Validitas data dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan langkah percepatan tanam, distribusi bantuan, hingga evaluasi capaian program di daerah.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung program pembangunan pertanian, termasuk melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Kementerian Pertanian.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya dengan Gubernur Kalimantan Tengah, terdapat harapan besar agar Kalimantan Tengah mampu mengoptimalkan seluruh potensi pertanian yang dimiliki guna mendukung dan menyukseskan program Kementerian Pertanian.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian yang menilai Kalimantan Tengah memiliki wilayah yang luas dan potensi besar untuk pengembangan sektor pertanian nasional.
“Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait untuk menyukseskan program Kementerian Pertanian serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah penguatan sinergi dalam mendukung percepatan tanam dan optimalisasi lahan guna memperkuat swasembada pangan di Kalimantan Tengah.