Gerakan Tanam Serentak 5.000 Hektare di Kapuas Dorong Swasembada Pangan
KAPUAS – Gerakan tanam serentak seluas 5.000 hektare dilaksanakan sebagai upaya mendorong peningkatan produksi padi dan mendukung swasembada pangan. Salah satu lokasi kegiatan berada di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Semangat Milenial, Desa Mampai, Kabupaten Kapuas, dengan luas mencapai 600 hektare,18/9/2026
Kegiatan tersebut diikuti oleh Dandim 1011/Kapuas, Kapolsek Kapuas Murung, Direktur Polbangtan Malang, SMK PP Banjarbaru, BRMP Kalimantan Tengah, Kepala Desa Mampai, serta PPL se-Kabupaten Kapuas.
Di lahan tersebut, petani masih mempertahankan padi lokal spesifik lokasi seperti Siam Batuah yang dapat ditanam hingga dua kali setahun. Padi lokal tersebut akan terus dipertahankan sebagai bagian dari sumber daya genetik (SDG) pertanian Kalimantan Tengah agar tidak punah.
Dandim 1011/Kapuas, Suwanto, menyampaikan bahwa pengembangan padi di Kapuas perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan. Penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) dinilai dapat membuka peluang peningkatan hasil hingga 10–13 ton per hektare.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Malang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan produktivitas melalui budidaya yang tepat. “Kalau tidak tanam, maka tidak panen,” ujarnya.
Penanaman dilakukan menggunakan metode Tabela (tanam benih langsung). Memasuki musim hujan pada Oktober, penanaman varietas unggul baru (VUB) juga akan mulai dilakukan.
Sinergi lintas sektor antara pemerintah, TNI, Polri, penyuluh, lembaga pendidikan, dan BRMP diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan kegiatan di lapangan serta mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.