Gerakan Tanam Serempak OPLAH Perkuat Swasembada Pangan di Kapuas
KAPUAS – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (Badan PPSDMP) menggelar Gerakan Tanam (Gertam) Serempak di lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) 2024 di Desa Sei Kayu, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas (31/8/2026).
Gerakan ini merupakan bagian dari gerakan tanam serempak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan diikuti secara daring oleh 25 provinsi. Langkah tersebut menjadi upaya konkret Kementan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
Gertam di Kapuas dihadiri Kepala BRMP Kalimantan Tengah, Direktur Polbangtan Malang, Kepala BBPP Ketindan, Kepala SMK-PP Banjarbaru, jajaran pemerintah daerah, Dandim 1011/Kuala Kapuas, Katimker Kabupaten Kapuas, Camat Kapuas Barat, Kepala Desa Sei Kayu, koordinator BPP dan penyuluh se-Kabupaten Kapuas, serta Gapoktan dan Poktan Desa Sei Kayu.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Edi menyampaikan bahwa gerakan tanam bersama merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam mewujudkan sekaligus mempertahankan swasembada pangan.
“Gerakan tanam bersama ini merupakan upaya luar biasa untuk mewujudkan sekaligus mempertahankan swasembada yang telah kita capai. Program strategis nasional tetap harus dilaksanakan, termasuk melalui optimalisasi lahan,” ujarnya.
Di Kalimantan Tengah, program OPLAH mencakup sekitar 31.000 ha yang diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), produktivitas, dan intensitas pertanaman. Selain optimalisasi lahan, percepatan tanam juga terus didorong pada lahan hasil cetak sawah, khususnya di wilayah Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur.
Sementara itu, Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf. Deky Febrianto menyampaikan dukungan penuh TNI terhadap program swasembada pangan. Dukungan tersebut akan diperkuat melalui rencana penambahan satu kompi produksi di jajaran Kodim untuk mendukung pembinaan sektor pertanian.
“Tidak hanya teori, tetapi kita harus beraksi. Dengan adanya tambahan organisasi ini, diharapkan dapat semakin membantu pencapaian program swasembada pangan,” ujarnya.
Kepala BBPP Ketindan Nurul Qomariah menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur penyuluhan dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
“Dengan bersatu, kita memiliki tanggung jawab yang sama terhadap swasembada pangan. Indonesia telah mendeklarasikan swasembada pangan pada 7 Januari 2026, dan tugas kita selanjutnya adalah mempertahankannya. Gerakan tanam ini menunjukkan komitmen kita untuk terus meningkatkan produksi,” ujarnya.
Gerakan Tanam Serempak menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, TNI, penyuluh, dunia pendidikan, dan petani dalam mengoptimalkan lahan serta mempercepat pertanaman guna memperkuat swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.