BRMP Kalteng Gelar Bimtek PM-AAS, Dorong Peningkatan Produksi Padi di Barito Utara
BARITO UTARA – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengenalan PM-AAS, Pemupukan Presisi, serta Pengenalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman padi di Kelurahan Tumpung Laung II, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi budidaya padi guna mendukung peningkatan produksi dan swasembada pangan.
Bimtek dibuka oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penerapan PM-AAS sebagai upaya meningkatkan produksi padi melalui teknologi dan pengelolaan budidaya yang tepat. Kegiatan ini turut dihadiri Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Barito Utara, jajaran Dinas Pertanian, ketua tim kerja penyuluh, koordinator BPP Montallat dan Gunung Timang, penyuluh pertanian, serta petani se-Kecamatan Montallat.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan pemaparan materi oleh Tim BRMP Kalteng mengenai pengenalan PM-AAS, penerapan pemupukan presisi, serta pengenalan dan pengendalian OPT pada tanaman padi.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti bimtek. Rata-rata jawaban benar meningkat dari 9 menjadi 11 dari total 15 soal, atau bertambah dua jawaban benar. Hasil ini menunjukkan bahwa penyampaian materi membantu meningkatkan pemahaman petani mengenai teknologi budidaya padi, meskipun dampaknya terhadap peningkatan produksi masih perlu dilihat melalui penerapan di lapangan.
Dalam sesi diskusi, petani menyampaikan sejumlah kendala usaha tani, antara lain saluran irigasi tersumbat, lahan sawah terendam akibat luapan sungai saat musim hujan, serta keterbatasan alat dan mesin pertanian pascapanen, khususnya power thresher atau alat perontok padi. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan koordinasi antara petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan terkait untuk mendorong penanganan permasalahan di lapangan.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan praktik pengujian tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR). Praktik ini mengenalkan pemanfaatan teknologi untuk mengetahui kondisi tanah sebagai dasar pengelolaan lahan dan penentuan pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Melalui kegiatan ini, BRMP Kalteng berharap peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dapat mendorong penerapan PM-AAS, pemupukan presisi, serta pengendalian OPT secara tepat, sehingga mendukung peningkatan produktivitas padi dan memperkuat swasembada pangan di Kabupaten Barito Utara.