BRMP Kalteng Dampingi Penangkar Kota Besi Jaga Mutu Benih Padi
KOTAWARINGIN TIMUR – Menjaga mutu benih padi tidak cukup dilakukan menjelang panen. Setiap tahapan penangkaran perlu dikawal sejak awal. Hal inilah yang dilakukan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah melalui koordinasi perbenihan UPBS bersama Koordinator BPP, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di BPP Kecamatan Kota Besi (11/8/2026).
Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses penangkaran benih padi Tahun Anggaran 2026 berjalan sesuai tahapan dan prosedur, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan agar target produksi dan mutu benih dapat tercapai.
Pengawalan dilanjutkan melalui pendampingan kepada petani penangkar Kelompok Tani Sungai Bunot di Kota Besi Hilir. Penyuluh dan POPT turut mendampingi pengelolaan pertanaman, termasuk pemantauan serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.
Dalam proses tersebut, POPT berperan melakukan pengamatan dan pengendalian hama serta penyakit secara terpadu, sementara penyuluh mendampingi petani dalam penerapan teknis budidaya dan tahapan penangkaran.
Pendampingan dilakukan tidak hanya untuk mengejar produksi, tetapi juga memastikan benih yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu sehingga dapat melalui proses sertifikasi.
Melalui koordinasi dan pengawalan lintas petugas tersebut, BRMP Kalteng terus mendukung penyediaan benih padi bermutu dan bersertifikat, sekaligus memperkuat ketersediaan benih spesifik lokasi untuk menopang produksi pangan di Kalimantan Tengah.