Ungkap Potensi Bahan Baku Industri, BRMP Kalteng & TROA Eksplorasi Tanaman Obat Katingan
KATINGAN - Upaya memperkuat pengembangan bahan baku obat, kosmetik, pangan fungsional, dan produk turunan lainnya berbasis kekayaan hayati Indonesia terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui kegiatan eksplorasi tanaman obat yang dilaksanakan Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah bersama Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP TROA) di Kabupaten Katingan, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bioprospecting of Indonesian Medicinal Plants. Eksplorasi tersebut difokuskan pada penggalian potensi keanekaragaman hayati tanaman obat lokal yang memiliki nilai strategis sebagai sumber bahan baku industri berbasis alam. Langkah ini sekaligus mempertegas pentingnya pemetaan dan dokumentasi plasma nutfah sebagai basis inovasi dan modernisasi pertanian.
Sebelum turun ke lapangan, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Katingan. Rombongan diterima Kepala DKPP Mozard D. Staing, didampingi Kabid Tanaman Pangan Budi Prabowo. Dalam pertemuan tersebut, tim BRMP Kalimantan Tengah dan BRMP TROA memaparkan tujuan eksplorasi sekaligus rencana awal pemetaan potensi tanaman obat di Katingan.
Mozard menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Katingan menyimpan kekayaan hayati tanaman berkhasiat obat yang selama ini dimanfaatkan masyarakat secara tradisional dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara ilmiah maupun komersial.
Usai koordinasi, tim bergerak ke lapangan dengan pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta masyarakat setempat yang memiliki pengetahuan lokal mengenai tanaman obat. Keterlibatan masyarakat menjadi aspek kunci karena mereka berperan langsung dalam mengenali jenis tanaman yang telah digunakan turun-temurun sebagai obat tradisional.
Hasil eksplorasi mencatat temuan sejumlah tanaman potensial, antara lain pinang, kayu bangkal, temulawak, temu putih, dan sengkubak. Sampel tanaman tersebut selanjutnya akan dibawa ke BRMP TROA untuk proses ekstraksi dan analisis kandungan bioaktif.
Selain kegiatan identifikasi, beberapa jenis tanaman hasil eksplorasi juga akan dibudidayakan secara percobaan di kebun koleksi balai guna menguji kelayakan pengembangan lebih lanjut sebagai bahan baku industri obat, kosmetik, dan pangan fungsional.
Eksplorasi ini menjadi langkah penting dalam pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal Kalimantan Tengah. Lebih dari itu, sinergi dua balai lingkup Kementerian Pertanian ini memperkuat fondasi riset dan inovasi yang diperlukan untuk mengakselerasi industri berbasis sumber daya alam nasional.