Satu Target, Banyak Peran: Lamandau Perkuat Langkah PM-AAS
LAMANDAU – Penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Lamandau mulai dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah menginisiasi Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis PM-AAS di Aula Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau (12/8/2026).
Rakor diikuti Dinas Pertanian dan Perikanan, BPS, BWS, Bulog, Kodim 1017, Katimker Penyuluhan, Koordinator BPP, serta penyuluh pertanian lapangan se-Kabupaten Lamandau. Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau turut hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program.
Pertemuan membahas penyelarasan target, kesiapan lahan dan sarana produksi, validasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL), serta penguatan pengawalan di tingkat lapangan. Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan demplot padi PM-AAS di lahan Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Sei Kelampai.
BRMP Kalteng juga mendorong optimalisasi lahan perbenihan sebagai lokasi percontohan sekaligus wahana pembelajaran penerapan teknologi pertanian modern. Kesiapan sarana seperti drum seeder dan benih unggul berumur genjah turut menjadi bagian yang dibahas dalam koordinasi tersebut.
Direktur Wilayah Kalimantan Tengah dan Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan wilayah Lamandau menekankan pentingnya peran penyuluh dalam memastikan penerapan teknologi berjalan sesuai standar. Pengawalan terutama diperlukan pada fase awal pertumbuhan tanaman, pengendalian gulma, serta penerapan sistem pengairan berselang.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau menyambut baik inisiatif tersebut dan menginstruksikan jajarannya untuk mendukung serta mengawal pelaksanaan PM-AAS di wilayahnya.
Melalui koordinasi yang dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan, BRMP Kalteng bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berupaya memastikan PM-AAS tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat diterapkan secara tepat dan memberikan hasil nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian di Lamandau.