Rakor Penyuluh Barito Utara Tekankan Sinergi untuk Percepatan Swasembada Pangan
BARITO UTARA – Untuk menyamakan persepsi tentang program dan kegiatan pembangunan pertanian di Kabupaten Barito Utara (Barut), Dinas Pertanian Barut menggelar kegiatan pertemuan teknis penyuluh pertanian, petugas teknis pertanian, THL-TBPP, POPT dan Manteri Tani se Kabupaten Barito Utara, di Aula Kecamatan Teweh Tengah, Kamis (03/12/2025).
Pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyuluh Pertanian Tingkat Kabupaten Barut Tahun 2025 dihadiri oleh Seluruh Koordinator BPP serta Penyuluh Pertanian berjumlah 77 Orang, Petugas Teknis 13 Orang dan Petugas Pengendali Organisme Penggangu Tumbuhan sebanyak 3 orang, KTNA dan perwakilan petani di Kabupaten Barut.
Temu teknis dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik Barut Drs. H. Ardian. Dalam sambutannya beliau menyampaikan peran penyuluhan pertanian menjadi semakin penting karena peran penyuluh sebagai garda terdepan yang memberikan pendampingan kepada petani memastikan transfer inovasi teknologi agar usaha tani dapat berjalan efektif dan juga sebagai pahlawan swasembada pangan.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Barut, H. Adi Haryadi yang menyampaikan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 Tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam Rangka Percepatan swasembada pangan yang mengamanatkan bahwa peran utama penyuluh pertanian yaitu mengutamakan percepatan swasembada pangan berkelanjutan dan mensinergikan peran penyuluh ASN, Swadaya dan Swasta.
Kegiatan temu teknis hari ini merupakan momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan penyuluhan pertanian di Kabupaten Barito Utara. Penyuluh pertanian harus dapat melakukan pendampingan yang maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian program ini dimaksudkan agar sejalan dengan arahan Menteri Pertanian yang menginginkan adanya satu komando pada sektor pertanian dari hulu hingga hilir.
Untuk memaksimalkan peningkatan produktivitas pertanian perlu ada dukungan dan sinergitas serta upaya yang berkesinambungan dengan pihak terkait agar terciptanya peluang besar disektor pertanian sehingga tercapainya swasembada pangan serta peningkatan pendapatan bagi petani.
Narasumber kegiatan ini antara lain penyampaian materi terkait program ketahanan pangan dan swasembada pangan serta dukungan penyuluh pertanian dari Polres Barut, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Barut, BPJS Ketenagakerjaan, BRMP Kalteng, serta semua bidang dibawah Dinas Pertanian Barut.
Pada kesempatan ini juga turut diserahkan secara simbolis asuransi petani yang difasilitasi oleh Pemda Barut yang diikutsertakan pada asuransi ketenagakerjaan pada PBJS Ketenagakerjaan Kabupaten Barut sebanyak 12.604 petani.
Kegiatan ini menjadi titik awal perbaikan program pendampingan yang lebih terarah, terukur, dan memenuhi kebutuhan nyata petani di lapangan. Diharapkan para penyuluh pulang dengan motivasi dan energi baru untuk terus melayani petani dengan sepenuh hati dan profesionalisme.