Petani Jekan Raya Diperkenalkan PM-AAS, LTT Jadi Bagian Strategi Perkuat Produksi Pangan
PALANGKA RAYA – Sekitar 50 petani dan penyuluh mengikuti Sosialisasi Luas Tambah Tanam (LTT) dan Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kelompok Tani Makmur Sembada, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman sekaligus kesiapan penerapan PM-AAS di tingkat petani.
Kegiatan dihadiri Kepala BRMP Kalteng yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Dr. Astri Anto, bersama Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya beserta jajaran, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kota Palangka Raya, Katimker Penyuluh Kota Palangka Raya, serta Penyuluh Pertanian BRMP Kalteng Krisyetno, S.P. selaku narasumber.
Dalam sambutannya, Astri Anto menekankan bahwa penerapan teknologi pertanian tidak cukup hanya dengan menghadirkan inovasi. Keberhasilannya juga ditentukan oleh pendampingan dan kolaborasi yang konsisten hingga tingkat petani.
“Penyuluh menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani. Karena itu, sinergi antara penyuluh, petani, pemerintah daerah, dan BRMP harus terus diperkuat agar inovasi yang kita dorong benar-benar dapat diterapkan dan memberikan hasil,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan LTT menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan.
Pada sesi pemaparan, Krisyetno menjelaskan PM-AAS sebagai pendekatan budidaya yang mendorong penerapan teknologi secara lebih efektif dengan tetap menyesuaikan kondisi spesifik wilayah. Menurutnya, penerapan teknologi di tingkat petani perlu diikuti pendampingan agar setiap komponen teknologi dapat dipahami dan diterapkan sesuai kondisi lahan.
“Teknologi yang baik harus disertai pendampingan yang baik. Penyuluh perlu memastikan petani memahami teknologi yang diterapkan dan mampu menyesuaikannya dengan kondisi lahan masing-masing,” jelasnya.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya menyambut positif kegiatan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, BRMP, penyuluh, dan petani dinilai penting untuk memperkuat penerapan teknologi sekaligus meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Kota Palangka Raya.
Diskusi berlangsung interaktif. Petani dan penyuluh menyampaikan berbagai pertanyaan serta masukan terkait penerapan PM-AAS, peningkatan LTT, dan kondisi budidaya yang dihadapi di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, BRMP Kalteng mendorong agar PM-AAS tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi berlanjut pada penerapan nyata di lahan petani. Penguatan teknologi yang disertai pendampingan dan kolaborasi lintas pihak diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produksi pangan sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.