Pentingnya Pemupukan Berimbang dan Pengendalian OPT dalam Penangkaran Benih Padi
BARITO TIMUR - Proses penangkaran benih padi bukan sekadar menanam dan memanen. Dua faktor krusial yang menentukan keberhasilan mutu benih adalah pemupukan berimbang dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara tepat, Rabu (10/09/2025).
Pemupukan yang tepat baik dari sisi jenis, dosis, waktu, maupun cara aplikasi menjadi kunci penting dalam menciptakan tanaman padi yang sehat dan seragam. Tanaman yang kekurangan unsur hara cenderung tumbuh lemah dan menghasilkan gabah benih dengan kualitas rendah.
Tiga unsur hara utama yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) harus diberikan sesuai rekomendasi spesifik lokasi. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga sangat dianjurkan karena dapat memperbaiki struktur tanah serta mendukung kehidupan mikroorganisme baik di sekitar perakaran tanaman.
Di sisi lain, pengendalian OPT sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan tanaman. Hama seperti wereng dan penggerek batang, serta penyakit seperti blas, dapat mengancam hasil panen dan menurunkan viabilitas benih, bahkan menyebabkan benih ditolak dalam proses sertifikasi.
Pengendalian OPT dalam penangkaran benih harus mengikuti prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yang meliputi: Pemantauan rutin di lahan, Penggunaan musuh alami, Pemilihan varietas tahan hama, Penggunaan pestisida secara bijak dan sesuai dosis.
Salah satu petani penangkar di Barito Timur, Edy Yahya, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya dalam lolos sertifikasi benih adalah disiplin dalam jadwal pemupukan dan pengendalian hama. “Keberhasilan saya tidak lepas dari pemupukan tepat waktu dan pengendalian hama yang konsisten,” ujarnya.
Tim Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BRMP Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya kesadaran petani bahwa keberhasilan benih unggul tidak hanya tergantung pada varietas, tetapi juga pada perawatan dan perlakuan yang tepat sejak awal.
Dengan penerapan pemupukan berimbang dan pengendalian OPT yang konsisten, benih padi unggul bukan hanya menjadi harapan—tetapi hasil nyata di tangan para petani penangkar.