Panen Raya di Kapuas, Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Kalimantan Tengah
KAPUAS – Panen raya padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mendukung swasembada pangan nasional, (8/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak seluas 25.817 ha yang tersebar di empat kecamatan, yakni Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Khusus di Kecamatan Bataguh, luasan panen mencapai 8.643 ha.
Atas undangan Pemerintah Kabupaten Kapuas, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah turut menghadiri kegiatan tersebut yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum beserta staf. Kehadiran BRMP Kalteng merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna mewujudkan swasembada pangan nasional.
Panen raya dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Bupati Kapuas, Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, DPRD Kabupaten Kapuas, jajaran Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan berbagai program Kementerian Pertanian. Pada kesempatan tersebut, Bupati mengumumkan bantuan pemerintah berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani, sekaligus menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas memperoleh alokasi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 4.309 ha yang tersebar di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur.
Bupati juga berharap pemerintah pusat dapat terus memberikan dukungan, khususnya melalui penambahan combine harvester dan Rice Milling Unit guna meningkatkan efisiensi panen dan nilai tambah hasil produksi pertanian. Selain itu, pembangunan kawasan Waterfront City di Kuala Kapuas diharapkan mampu memperkuat konektivitas transportasi sehingga distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan efisien.
Kapolda Kalimantan Tengah mengajak seluruh pihak untuk terus bersyukur atas potensi pertanian yang dimiliki daerah. Menurutnya, masih banyak wilayah di Indonesia yang menghadapi keterbatasan lahan produktif, sehingga potensi yang dimiliki Kalimantan Tengah perlu dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, Pangdam XXII Tambun Bungai menyampaikan apresiasi kepada para petani, penyuluh pertanian, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program swasembada pangan nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan lahan sawah agar tidak beralih fungsi sehingga tetap menjadi penopang ketahanan pangan di masa depan.
Gubernur Kalimantan Tengah menekankan pentingnya memperkuat tata niaga hasil panen di daerah. Menurutnya, hasil produksi padi Kalimantan Tengah harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat melalui penyerapan hasil panen yang optimal oleh Perum Bulog serta pemberdayaan pelaku usaha lokal, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
Panen raya ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menegaskan peran Kabupaten Kapuas sebagai salah satu sentra produksi padi di Kalimantan Tengah. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, petani, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.