Kekeringan Mulai Mengancam, BRMP Kalteng Lakukan Langkah Antisipatif di Lahan Penangkar
KOTAWARINGIN TIMUR – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah melaksanakan monitoring kegiatan perbenihan padi di lahan penangkar Kelompok Tani Sungai Bunut, Desa Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (31/7/2026).
Monitoring dilakukan untuk memastikan pertanaman benih sumber tetap tumbuh optimal hingga panen. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan tanaman padi telah memasuki fase penyerbukan hingga pembentukan bulir. Namun, kondisi pertanaman mulai terdampak kekeringan serta serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), terutama pengerek batang dan hama putih palsu.
Dalam kegiatan tersebut, tim BRMP Kalimantan Tengah berkoordinasi dengan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) lapangan, Upik, dan Ketua Kelompok Tani Sungai Bunut, Nanang, guna menentukan langkah penanganan yang tepat.
Tim BRMP mendorong petani segera melakukan pengairan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman sehingga proses pengisian bulir berlangsung optimal. Selain itu, petani diimbau menerapkan pengendalian OPT sesuai prinsip 6 Tepat, yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat mutu, tepat dosis, tepat cara aplikasi, dan tepat waktu aplikasi.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan serangan hama, menjaga produktivitas tanaman, serta menjamin ketersediaan benih padi bermutu dan bersertifikat bagi musim tanam berikutnya.
Melalui monitoring dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, BRMP Kalimantan Tengah terus berkomitmen memperkuat sistem perbenihan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi padi sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.