Dorong Percepatan Capaian LTT, BRMP Kalteng Intensifkan Monitoring dan Koordinasi di Barito Utara
BARITO UTARA – Belum optimalnya capaian realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Barito Utara menjadi perhatian serius dari tim Swasembada Pangan BRMP Kalimantan Tengah. Untuk mendorong percepatan pencapaian target LTT di wilayah ini, tim BRMP melakukan serangkaian langkah strategis melalui monitoring dan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Kamis (31/07/2025).
Beberapa upaya yang telah dilakukan meliputi koordinasi dengan kepala bidang terkait, sinkronisasi data bersama petugas input dan mantri tani, pertemuan teknis dengan penyuluh di tingkat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta monitoring langsung ke lapangan. Dari kegiatan ini, terungkap sejumlah faktor penyebab belum tercapainya target LTT secara optimal.
Di antaranya adalah penetapan target yang kurang sesuai dengan kondisi riil lapangan, minimnya sosialisasi target hingga ke level paling bawah, ketidaksinkronan antara data yang diinput dan laporan lapangan dari penyuluh, serta kendala pada pengerjaan lahan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang masih dalam tahap land clearing dan land leveling. Selain itu, masalah utama yang turut memperlambat pengolahan lahan adalah ketersediaan sumber air dan sulitnya akses ke saluran irigasi.
Menanggapi kondisi tersebut, telah disepakati beberapa langkah tindak lanjut. Di antaranya, penetapan target bulan Agustus harus mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan. Target juga wajib disosialisasikan hingga ke petugas penyuluh di wilayah kerja. Seluruh pelaporan data diharapkan selaras antar pihak mulai dari penyuluh, mantri tani hingga operator input melalui validasi terlebih dahulu di lapangan. Sementara untuk program CSR, target LTT harus disesuaikan dengan progres pengerjaan lahan, kesiapan petani pengelola, serta ketersediaan sarana produksi (saprodi) pendukung. Selain itu, diperlukan kerja sama lintas sektor dalam mengatasi tantangan ketersediaan dan akses air irigasi.
Dalam kesempatan ini, tim BRMP juga mengadakan diskusi bersama para penyuluh lapangan (PPL) dan mantri tani, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi lahan CSR dan titik penanaman LTT di Kecamatan Teweh Selatan.