BRMP Kalteng Perkuat Sinergi Percepatan Program Cetak Sawah melalui Monitoring dan Evaluasi
BANJARBARU – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah terus memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan Program Cetak Sawah sebagai salah satu langkah strategis mewujudkan swasembada pangan nasional, (05/08/26).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan BRMP Kalimantan Tengah pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pengadaan Program Prioritas Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 yang dirangkaikan dengan Forum Komunikasi Publik di Banjarbaru.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa percepatan perluasan areal tanam melalui program cetak sawah menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena itu, pelaksanaan program harus didukung koordinasi yang solid, pengawalan yang intensif, serta penyelesaian berbagai kendala di lapangan agar lahan yang dibuka dapat segera dimanfaatkan untuk budidaya padi.
Kepala BLIP Kelas II Banjarbaru, Abdul Sabur, menyampaikan bahwa keberhasilan program cetak sawah tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari kesiapan lahan untuk segera ditanami. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaksana kegiatan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan pelaksanaan program.
Dalam forum tersebut dipaparkan perkembangan pelaksanaan Program Cetak Sawah di Kalimantan Tengah yang memiliki total luasan kontrak mencapai 9.192,36 hektare melalui mekanisme swakelola. Hingga saat ini, sebanyak 114 unit alat telah tersedia di lapangan dari total kontrak 238 unit. Sementara itu, realisasi pekerjaan meliputi land clearing seluas 817,11 hektare, land leveling seluas 817,11 hektare, serta pengolahan lahan seluas 144,13 hektare.
Forum juga membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan, antara lain kondisi lahan yang tergenang, keterbatasan alat, serta kendala mobilisasi. Melalui monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi, mempercepat penyelesaian hambatan, serta memastikan target penyediaan lahan sawah baru yang siap tanam dapat tercapai sesuai rencana.