BRMP Kalteng Lakukan Monev Produksi Benih Padi, Tekankan Pentingnya Rouging
PULANG PISAU – Ketua Tim Program dan Evaluasi (PE) Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah, Suparman, bersama tim melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan produksi benih sumber padi di Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/8/2025).
Kegiatan monev dilakukan dengan meninjau langsung lokasi penangkaran benih padi di Desa Sanggang, Kecamatan Padi Batu, yang dikelola oleh Kelompok Penangkar Tani Muda Jaya. Peninjauan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan program berjalan sesuai rencana, mencapai target yang ditetapkan, sekaligus menjadi bahan masukan untuk perbaikan teknis di lapangan.
Produksi benih padi di Desa Sanggang merupakan bagian dari Program Produksi Benih Padi Spesifik Lokasi BRMP Kalteng yang bermitra dengan Kelompok Tani Muda Jaya. Luas lahan yang dikerjasamakan mencapai 10 hektare untuk menghasilkan benih kelas BP/SS, terdiri dari varietas Inpari 32 HDB seluas 4 hektare dan varietas Inpari 42 Agritan GSR seluas 6 hektare.
Berdasarkan informasi dari Ketua Kelompok Penangkar, Bibit Santoso, saat ini pertanaman telah memasuki fase generatif. Sebagian tanaman yang ditanam pada awal Mei 2025 diperkirakan siap dipanen pada Agustus 2025 ini. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan pertumbuhan tanaman relatif baik, meski terdapat sebagian kecil tanaman yang roboh namun masih dapat diatasi.
Bibit Santoso juga mengungkapkan adanya kendala berupa tingginya potensi campuran varietas (Contamination of Pure Line atau CPL), yang disebabkan oleh sisa pertanaman di lahan maupun kemungkinan CPL pada benih. Menanggapi hal tersebut, tim monev menekankan pentingnya rouging yaitu pencabutan tanaman yang tidak sesuai varietas (off-type) secara berulang pada setiap fase pertumbuhan hingga menjelang panen. Langkah ini diperlukan untuk meminimalkan CPL dan menjaga kemurnian varietas benih yang dihasilkan.
Suparman menegaskan bahwa monev di lapangan sangat penting untuk menjaga kualitas benih. “Monitoring dan evaluasi di lapangan menjadi langkah strategis agar seluruh tahapan produksi sesuai standar, sehingga hasilnya benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi petani,” ujarnya.
Dengan adanya monev ini, diharapkan seluruh proses produksi benih padi sumber di Kalimantan Tengah dapat berjalan lancar, memenuhi standar mutu, dan mendukung ketersediaan benih unggul bagi petani di wilayah Kalimatan Tengah.