BRMP Kalteng Gelar Rakor Tindak Lanjut PM-AAS,Percepat Swasembada Pangan
PALANGKA RAYA – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tindak lanjut Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Aula Lantai II BRMP Kalimantan Tengah, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi PM-AAS yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 21 Juli 2026.
Rakor tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat pencapaian target Program PM-AAS di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan dihadiri oleh Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan, Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten/Kota, serta Penanggung Jawab Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Kalimantan Tengah, Agus Hasbianto, memaparkan kondisi sektor pertanian di Kalimantan Tengah, meliputi capaian luas tanam, luas panen, produksi padi, hingga kebutuhan beras di daerah. Data tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi percepatan peningkatan produksi pangan guna mendukung target swasembada pangan nasional.
Kepala BRMP Kalteng juga menegaskan pentingnya mengoptimalkan lahan hasil Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang telah selesai dilaksanakan agar segera dilakukan pertanaman. Menurutnya, percepatan tanam pada lahan baru menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Tengah.
Selain itu, disampaikan bahwa target nasional penerapan model PM-AAS ditetapkan seluas 1 juta hektare pada tahun 2026 dan meningkat menjadi 3 juta hektare pada tahun 2027. Untuk mencapai target tersebut, seluruh lokasi PM-AAS harus mendapat pendampingan dan pengawalan secara intensif oleh penyuluh pertanian.
Agus Hasbianto menekankan bahwa keberhasilan implementasi PM-AAS akan menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian kinerja penyuluh. Oleh karena itu, sinergi seluruh penanggung jawab, penyuluh, serta pemerintah daerah sangat diperlukan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
"Dengan kerja sama dan komitmen seluruh pihak, implementasi PM-AAS di Kalimantan Tengah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat terwujudnya swasembada pangan, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," pungkasnya.