BRMP Kalimantan Tengah Ikuti Penguatan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
BOGOR – BRMP Kalimantan Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Penguatan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa yang diselenggarakan Kementerian Pertanian. Acara ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih serta mendorong pencegahan praktik korupsi di sektor pengadaan, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan yang digelar secara hybrid ini diikuti oleh 109 peserta luring dan 49 peserta daring, terdiri dari pejabat, pelaksana PBJ, serta perwakilan unit kerja di lingkungan Kementerian Pertanian. Hadir sebagai narasumber, perwakilan Inspektorat Investigasi Itjen Kementan dan Bimo G.A dari Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan Arlan Widiantara sebagai moderator.
Dalam paparannya, narasumber menegaskan pentingnya integritas dalam proses pengadaan untuk mencegah praktik korupsi, meningkatkan transparansi, menciptakan persaingan sehat, dan mewujudkan pelayanan publik berkualitas. Data menunjukkan, intervensi pihak lain menjadi permasalahan utama PBJ pada 2023, sementara pada 2024 tantangan terbesar bergeser pada aspek transparansi dan akuntabilitas.
Beberapa akar masalah intervensi dalam PBJ antara lain konflik kepentingan, lemahnya sistem pengawasan, serta pengaruh eksternal yang menjanjikan imbalan. Dampaknya cukup serius, seperti turunnya kualitas hasil pengadaan, kerugian negara, dan menurunnya kepercayaan publik.
Sebagai langkah pencegahan, Kementan menekankan pentingnya penandatanganan Pakta Integritas, pembangunan budaya integritas, pembaruan regulasi PBJ, serta pelaporan penyimpangan kepada APIP.
Stranas PK KPK juga menyoroti pentingnya sinergi lintas instansi melalui pemetaan risiko korupsi, implementasi strategi pencegahan nasional, dan penguatan sistem pengadaan. Dengan kolaborasi Kementan dan KPK, diharapkan proses PBJ dapat berjalan lebih bersih, transparan, dan akuntabel.